Sunday, October 31, 2010

---Memaafkan Membuat Kita Bahagia---



Kita semua menyadari bahwa memaafkan orang lain adalah sesuatu perbuatan yang baik dan kita sepakat bahwa memaafkan itu ‘suci’ atau ‘spiritual’.  Tetapi ada alasan yang lebih mendasar untuk memaafkan orang lain: jika kita tidak memaafkan mereka, maka kita yang akan menderita.
Jika kita menolak memaafkan orang lain, atasan, teman, saudara, sahabat, atau guru, batin kita akan menderita. Dan itu merusak hidup kita. Ikuti tips manjur ini saat sedang marah terhadap seseorang, tutup mata dan rasakan perasaan kita. Rasakan tubuh kita. Apa rasanya? Membuat seseorang bersalah menyebabkan kita sengsara!
Orang sengsara menyimpan daftar kebencian di kepalanya…”Dia membuatku sedih, dia membicarakanku di belakang, dia berbohong… “ Mereka terus mengingatnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang kurang. Bahkan terus menambahkan daftarnya.
Orang yang bahagia mempunyai hal yang lebih baik untuk dilakukan.
Untuk memaafkan orang lain, kita tidak harus setuju dengan apa yang mereka katakan atau lakukan. Kita hanya perlu mengatakan hidup kita terus berjalan. Kadang kita berkata, “Aku akan memaafkan tetapi aku tidak akan melupakan.” Itu berarti “Aku akan melepaskannya untuk sementara waktu, tetapi aku ingin mengingatkan kamu tentang hal itu dari waktu ke waktu.” Padahal memaafkan adalah membiarkan suatu hal pergi.
Sebuah studi menegaskan bahwa permusuhan dan kebencian merusak system kekebalan kita dan meningkatkan resiko terkena serangan jantung, kanker dan semua jenis penyakit. Kebencian membuat kita sakit!
Ketika kita berbicara tentang pengampunan, langkah pertama agar hidup kita berjalan baik adalah memaafkan orangtua kita. Kita yakin bahwa seperti halnya dengan kita, mereka tidak sempurna. Tetapi Ibu dan Ayah mempunyai banyak hal yang dikhawatirkan selain membesarkan kita. Dan mereka tidak mempunyai buku konseling dan psikologi popular saat mereka tumbuh dewasa.
Apapun kesalahan mereka, itu masa lalu.  Apakah memaafkan itu mudah? Biasanya tidak. Tetapi ingat! Bahwa kita memaafkan orang lain bukan untuk mereka, kita melakukannya untuk diri kita sendiri. PS
Sumber: Buku Menjadi Remaja Bahagia

No comments:

Post a Comment