Tuesday, April 26, 2011

pempek palembang

Bahan bahan pempek:
1. Sagu Tani (bisa dibeli di HERO) sebanyak 3 bks @ 500gr (total 1500 gram)
2. Ikan tenggiri yang besar (1 kg, bila digiling/dibersihkan menjadi 700 gram)
3. Garam dapur secukupnya (untuk 1 mangkok = 1 sendok makan garam)
4. Bumbu penyedap (Ajinomoto) secukupnya (2 sendok teh)
5. Air dingin matang
6. Air panas (rebus) yang diberi sedikit minyak goreng.
Cara membuatnya:
1. Bersihkan ikan tenggiri dan giling pakai gilingan daging, hanya dagingnya saja, kulit dan durinya dibuang.
2. Campurkan ikan giling dengan air dingin dengan perbandingan 1:1 (atau 1:3/4 untuk lebih terasa ikannya).
3. Takar dengan mangkok bakso (kecil/sedang) dan bila dapat 2 ½ mangkok, campurkan dengan air dingin sebanyak 2 1/2 mangkok juga (atau kurang, tergantung mau banyak sagu atau tidak).
4. Masukkan garam halus dengan ukuran sendok makan peres, sebanyak jumlah mangkok ikan dan air, dalam hal ini sebanyak 5 sendok makan peres.
5. Masukkan pula bumbu penyedap (Ajinomoto) dan aduk rata.
6. Masukkan tepung sagu perlahan-lahan sambil diaduk dan diuleni.
7. Bila takaran tepat, akan terpakai tepung sagu sebanyak 1 kg, bila kebanyakan air, makin banyak sagu yang dibutuhkan dan rasa ikan kurang terasa.
8. Bila adonan sudah kalis (tidak lengket), dapat dibentuk bulat atau lonjong (lenjer) dengan tangan ditawuri tepung sagu lalu rebus.

9. Sehabis pempek mengapung direbus, angkat, tiris, lalu goreng atau siap dimakan.
10. Bila sudah terbiasa, dapat membuat pempek isi telor mentah, seperti mempuat pastel

Bahan cuko/kuah pempek:
250 gram Gula aren
50 gram Asam jawa, hindari memakai cuka dapur
750 ml air
5 siung Bawang Putih, cincang halus
2 sdm ebi, dihaluskan
1 sdt garam
10 s/d 20 buah cabai rawit, dihaluskan (tergantung selera pedas).
Cara membuatnya:
1. Didihkan gula aren (merah), asam jawa, air lalu saring.
2. Masukkan bawang putih, ebi, cabe rawit dan garam, didihkan kembali lalu angkat.
3. Cuka sudah siap dihidangkan bersama pempek

Memecahkan Kebuntuan Dalam Menulis!


Bagi sebagian dari diri kita, bagian tersulit dalam menulis adalah memulainya.  Sering kali kita menemukan diri kita tengah menatap layar computer atau selembar kertas kosong, menantikan kata-kata muncul. Rasanya sangat diperlukan usaha keras untuk memulai sesuatu. Kadang kita tahu betul apa yang akan kita tuliskan dan ingin kita ceritakan. Tapi entah kenapa saat mencoba untuk menuliskannya semua itu jadi hal yang tersulit kita pernah lakukan. Dan kadang kita sama sekali tidak tahu cara mengatur semua bahan atau ide kita dan mengubahnya menjadi tulisan. 
Kita semua pernah mengalami hal seperti ini, saat terasa ada jurang menganga menunggu kita diantara ide di kepala dan ide yang tertuang dalam kertas atau layar computer. Banyak dari kita terjebak oleh jurang pemisah itu, dan kita berusaha untuk bergerak maju.
Kamu pasti ingin tahu bagaimana menghindari situasi tersebut yang sangat memungkinkan untuk membuat stress dan membuang waktu.
Gunakan  dua Strategi POW dari Quantum Learning!
Apa itu Strategi POW? Strategi untuk mencurahkan gagasan dan mencatat ide-ide ke atas kertas. Cluster dan Fastwrite! Ini adalah cara untuk memfokuskan pikiran, melepaskan energy kreatif dan mengisi lembaran kertas/layar kosong dengan ide-ide yang bisa segera kita gunakan.
Kedua strategi menulis Quantum ini sangat menyenangkan dan sangat penting bagi kesuksesan karena keduanya melenyapkan penghalang atau kemacetan penulis selamanya.
 CLUSTER / Strategi Gugus
Strategi gugus paling bisa digunakan untuk mengumpulkan dan menemukan ide-ide terbaik. Sebuah gugus adalah perwakilan visual cara kerja otak dalam memilah informasi. Membuat gugus adalah proses mengumpulkan ide, gambar dan perasaan yang sesuai dengan kata kunci atau ide utama. Tuliskan kata-kata dan ide-ide yang terlintas dalam pikiran. Setiap kata yang kita tuliskan memancing munculnya banyak pikiran. Proses ini memperbanyak daftar kata dan ide untuk menulis dan sering kali membantu melihat pola yang bisa membantu mengembangkan ide lebih lanjut.
Yuk sekarang kita coba ini!
  1. Ambil selembar kertas kosong
  2. Letakkan kertas dalam posisi horizontal dan tuliskan topik utama dalam bentuk kata kunci atau kalimat di bagian tengah. Beri lingkaran di sekitarnya.
  3. Tuliskan semua ide terkait yang terpikirkan, sebar di sekitar pikiran utama. Buat lingkaran di setiap kata atau ide yang sudah ditulis, dan gambar garis yang menghubungkannya dengan pikiran utama.
  4. Tuliskan ide kedua yang muncul akibat kata-kata ini dan kembali beri lingkaran, kali ini buat garis yang menghubungkannya dengan kata-kata pemicu. Ulangi ketiga langkah  pertama ini sampai kehabisan ide.
  5. Biarkan lingkaran di gugus tersebar bebas. Nanti saja kita atur
Kita akan melihat garis di gugus bebas itu mirip dengan jari-jari di roda sepeda. Roda ini tak akan berputar dalam lingkaran sempurna, tapi akan tetap membuat kita bergerak.
FASTWRITER/Strategi Tulis Cepat
Begitu ide muncul di pikiran, segera tulis dengan cepat semua ide itu. Ini strategi kedua untuk memusatkan pikiran dan menjadi lebih kreatif.
Pertama-tama, mari kita untuk mereview kembali gugusan yang telah kita buat.  Hilangkang ide-ide yang tidak ingin kita pakai dan kita tambahkan di ide utama. Beri angka semua ide (kecuali ide yang sudah kita coret) dengan urutan yang kita inginkan di draft. Jangan cemas jika urutan itu berubah saat kita menuliskannya.
Setelah selesai membuat prioritas gugus ide, mari bersiap untuk menulis cepat.  Sebelum memulainya baca kiat tulis cepat di bawah ini:
  1. Pertimbangkan untuk memakai topik-topik yang di beri tanda untuk memulai kalimat pertama
  2. Bayangkan kita tengah menjelajahi internet, berselancar dari satu halaman ke halaman lain, tulis semua informasi yang menarik sebelum menghubungkannya dengan ide yang sesuai
  3. Jangan membuat perubahan atau pembetulan, lakukan saja – dan jangan mengulang dari awal
  4. Lupakan kata sambung, tata bahasa, dan ejaan
  5. Tuliskan secepat mungkin apa pun yang terlintas dalam pikiran
  6. Jangan cemas jika pikiran melayang, biarkan saja terus mengalir dan jangan berhenti sampai kita benar-benar kehabisan ide.
Setelah menguasai Strategi POW baru kita kita menata tulisan kita agar bisa terbaca dengan jelas dan kuat.
Sumber: Buku Quantum Writer

Belajar dan Bermain Bersama Anak



Sering kita dengar bahwa karir tertinggi seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga.  Mengurus dan  memperhatikan anak adalah salah satu tugas pokok yang dipegang.  Dari cerita beberapa teman, mengurus anak adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tetapi kadang-kadang mereka juga ingin keluar dari rutinitas dan ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Hal ini disebabkan karena waktu dilalui dengan kegiatan yang sama dari hari ke hari.
Sebenarnya bagi Ibu-ibu yang memiliki anak yang belum sekolah, masih banyak kesempatan untuk bisa meluangkan waktu bersama anak sekaligus mengajarkan kepada anak tentang suatu hal dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Seperti diambil dari buku Permainan Cerdas untuk anak usia 2-6 tahun, kegiatan di bawah ini bisa dipraktekkan di rumah bersama buah hati.
Membuat Daftar  [Kegiatan untuk anak umur: 3-4 tahun dilakukan di dalam ruang.]
Anak-anak belajar menulis bersamaan dengan saat dia mulai belajar menggambar. Cari garis-garis kecil dalam coretannya dan sebutlah bahwa itu tulisannya. Dengan cara ini, dia akan terdorong untuk menulis daripada menggambar.
Apa yang di lakukan? Saat Anda membuat daftar belanja, berikan pulpen dan secarik kertas pada anak agar dia dapat membuat daftarnya sendiri. Dia tidak perlu membuat ‘tulisan sebenarnya’. Bila Anda memotivasinya, lambat laun dia akan mengubah coretannya menjadi tulisan. 
Lihatlah coretannya dan tunjukkan huruf yang telah dibuatnya secara tidak sengaja: “Lihat, kamu sudah bisa menulis huruf n dengan benar.” Dia akan merasa bangga, dan ketika dia menulis lagi, mungkin dia akan berusaha mencari huruf n. Selanjutnya, dia mungkin akan menulisnya dengan sengaja.  
Dengan dorongan semangat, dia akan mulai menulis perlahan-lahan. Biarkan dia melanjutkan dengan kecepatannya sendiri. Puji huruf-huruf yang dihasilkan, tapi jangan menganggap remeh coretannya. Bila merasa dihargai, dia cenderung akan terus melanjutkan. Sebaliknya, dia akan berhenti kalau merasa tidak mampu untuk terus melakukannya. 
Nah, silahkan dicoba kegiatan diatas bersama anak. Pasti menyenangkan. Siapa tahu, Anda memiliki ide lain untuk belajar sekaligus bermain bersama anak. Dan menjadi ibu rumah tangga, bukanlah sesuatu yang menjemukan lagi.